Sebelum Ke Lombok

JUWITOUR SASTRA. Sahabat, ini adalah sebuah rintian novel yang menceritakan antara kehidupan nyata dan ghaib. Banyak kandungan moral didalamnya.

Hingga ketika kelak ia lahir. Novel ini berdoa, Para Bidadari menghentikan tangisnya untuk pulau yang juga membuat mereka  tertarik. Lombok.

Dalam wasiat renungan masa. Maulana Syaikh KH. Zainudin Abdul Majid pernah berkata, bahwa, beliau sedih karena ummat disebuah tempat yang disebutkannya, banyak yang meninggalkan ajaran agama Islam.

Hingga beliau berwasiat, agar kita berpegang teguh dengan pokok NW, Iman dan Taqwa. Dengan tokoh yang berbeda. Ada Antih, Ada Saciko dan Saudara kembarnya, ada pula seorang Pemuda dan para figur yang berjasa. Novel ini banyak mengambil dan menebarkan hikmah dibalik wasiat tersebut. Selamat membaca.


~~~STAR~~~
Antih adalah bahasanya batur Lombok. Dalam bahasa Indonesia Antih artinya tunggu. Antih adalah nama seorang perempuan mulia. Pada muasalnya Antih merupakan putri cantik asli keturunan Jawa.

Namun karena sebuah perkara asmara, Antih diterbangkan ke bulan. Konon, Antih bergabung dengan para bidadari di kerajaan langit. Proses evakuasi penyelamatan Antih juga dilakukan oleh para bidadari karena pada saat Antih di terbangkan, Antih dalam pengejaran.

Disela-sela itu, Antih berdoa agar diselamatkan dari rayuan  raja yang merupakan suami dari sahabatnya sejak kecil. Raja inilah yang mengejar Antih.  Bertahun-tahun lamanya Antih di bulan. Selama itu pula Antih dalam kesedihan.

Antih hanya bisa terhibur disaat bulan sedang purnama. Hiburan yang terindah baginya adalah mengintip keindahan alam di Negara asalnya, Indonesia. Padat kisah, hingga pada suatu malam. Purnamanya bulan tak lagi membuatnya terhibur.

Pasalnya, putri Antih melihat bangsanya tergerus dengan perkembangan zaman yang penuh dengan keapatisan. Tak ada lagi ruang rekreasi di hati Antih. Hingga ratu bidadari di kerajaan langit kasian terhadapnya.

“Wahai keturunan manusia. Apa gerangan yang membuatmu bersedih?” sapa Ratu Bidadari.

“Ampure Yunda Ratu,  Tiang melihat bahwa di Negara asal Tiang sudah tak seindah sebelumnya. Manusia cendrung serakah. Pemimpinnya saling membunuh. Dari pembunuhan karakter sampai bersaing gengsi.

Kaum-kaum kita banyak yang terjual. Bahkan sampai menjual diri. Kaum-kaum kita masih banyak yang bodoh dan semakin bodoh dengan dalih emansipasi. Dinda sedih tuan putri,”curhat Antih

“Benar putri cantik, lalu apa yang bisa Saya bantu?”

“Dinda minta saran, apa yang harus tiang lakukan?”

Ratu Bidadari termenung. Berfikir keras untuk memberikan jawaban terbaik kepada Antih. Pasalnya, perkembangan zaman bukan hanya merusak alam, namun juga menggerogoti keapatisan jiwa-jiwa.

“Hati Antih memang mulia,” benak ratu Bidadari. Hingga ratupun mengatur strategi untuk memancing Antih agar berkeinginan untuk turun ke Bumi. Bidadari ingin agar Antih merasuki relung hati dan inspirasi manusia agar berbuat baik.

Bidadari enggan menyuruh Antih secara langsung. Karena, pihaknya khawatir, Antih merasa terusir. Maka terjunlah Ratu Bidadari melakukan survey ke Bumi. Guna mencari Inspirasi, apa yang harus disampaikan kepada keturuanan manusia itu.

Sebelum berjalan, Ratu Bidadari melaksanakan shalat Hajat, memohon kepada Allah SWT akan sebuah petunjuk terbaik dalam mengambil keputusan yang harus segera disampaikan kepada Antih.

Usai Shalat, maka perjalanan langsung dilaksanakan. Bidadari terbang mengelilingi Indonesia. Hingga di sebuah Lokasi, terdengar lantunan suara-suara yang mengangungkan sang maha Pencipta, Allah SWT.

Ratu Bidadaripun tertegun dan berusaha mencari dimana Lokasi tersebut. Jarak beberapa mil dari langit, Bidadari kemudian melihat sebuah Pulau yang dikelilingi lagi oleh pulau-pulau kecil yang disebut Gili.

Ratu Bidadari semakin penasaran dan mencoba lepas landas di daratan yang terbesar diantara pulau-pulau kecil itu. Pulau itu ternyata memiliki banyak penghuni.

Uniknya. Pulau ini juga dipenuhi bangunan tempat bersujud, sebagaimana yang juga sering dilakukan sang Ratu. Benak Ratu kembali terfikir kearah lantunan suara-suara yang tadinya terdengar.

Hingga Ia berusaha mencarinya kembali. Namun sayang suara itu sudah menghilang. Pasca suara itu lenyap, barulah ia tersadar akan misinya. Sadar dari kekagumannnya tentang pulau cantik. Pulau cantik itu bernama Lombok.

Hingga Iapun kini kembali fokus. Satu-satunya cara Antih bisa menjadi khaddam manusia pasca bersinergi dengan alam ghaib adalah dengan cara mencari perempuan berhati mulia sepertinya.

“Tapi dimana?. Ya Allah, bantu hamba.”doanya.

Ratu kemudian mengintip banyak rumah. Hingga dari alamnya, ia melihat dua orang dadis remaja berwajah bak pinang di belah dukun. Tapi dua gadis tersebut tinggal di lokasi yang berbeda. Ratu Bidadari bingung, mengapa dua gadis tersebut kembar bak saudara tapi tinggal di rumah yang berbeda.

Kembali Ratu berdoa, hingga memutuskan untuk mengunjungi yang bungsu diantara dua putri cantik itu. Keputusan itu diambilnya, karena si bungsu yang kemudian digelar Saciko itu tinggal di rumah yang lebih megah. Di sebuah tempat bernama Kelayu.
Belum sempat sang Bidadari mendarat di atap rumah untuk meraba hati si gadis bungsu. Tiba-tiba Gadis tersebut ke luar rumah dengan pakaian seksinya.

Gadis seksi itu mengambil sepeda motor kemudian melaju ke arah timur.
Ratu Bidadari mengikutinya. Saciko tentu saja tak sadar diikuti oleh mahluk ghaib. Hingga Saciko tiba di sebuah lokasi bernama Pantai Labuhan Haji.

Di tempat itu, hati Bidadari tersayat melihat aksi Saciko yang menemui teman prianya.

Hati Bidadari semakin perih ketika ternyata, teman laki-laki Saciko terlihat bermaksud mengajak Saciko pesta miras.

“Sebelum matahari terbit, Anak ini harus dilindungi,” Asa sang Bidadari.

Ia pun memantau remaja usia sekolah itu bersama Saciko dan 3 cabe-cabean yang berjenis kelamin sama. Mengundang birahi. Hati bidadari semakin miris, ternyata Saciko ikut meneguk miras. Teman prianya kemudian menggoda. Sampai ketika beberapa diantaranya sudah mabuk, merekapun mulai bertindak kurang ajar.

“Berdoa Nak, dan lari,” bisik Bidadari.

“Ya Allah, lindungi Aku,” doa Saciko sambil menepis garapan beberapa teman lelakinya.

Bidadari, mahluk ghaib itu lumayan bersyukur, karena meski trerinveksi miras, Saciko mampu menahan birahi. Diposisi yang sama, tak henti-hentinya teman lelaki itu merayu Saciko sambil memegang bajunya. Saciko terlihat semakin jijik dan akhirnya dia mencoba berlari.

Cowok-cowok itu melepasnya begitu saja karena diketahuinya semua pintu terkunci rapi. Tidak mungkin Saciko, bisa keluar. Endingnya mereka semua heran, bagaimana Saciko membuka pintu.

****

Sejak saat itu, bulatlah tekad ratu bidadari untuk aktif memantau Saciko yang memiliki nama asli Liandra Januarti Rizkita bersama saudara kembarnya, Mala Januarti Rizkita. Namun sampai Bidadari bermaksud mengutus Antih untuk berikhtiar menjaga mereka sebagai khaddamnya, Saciko atau Liandra dan Laju atau Sacinawa, belum bertemu.

Seiring waktu berjalan. Ia kembali ke singgasananya. Untuk merapatkan misi bagaimana mengutus Antih ke pulau itu.  Diantara para idaman itu, hanya Antih yang tau isi hati manusia. Antih, seorang manusia dengan masalalu yang pernah tinggal di pulau Jawa.

Antih seorang manusia yang diselamatkan melalui proses mutasi ke bulan, karena mampu menghindari rayuan suami sahabatnya.  Disela-sela itu pula, ratu Bidadari kadang menerawang keadaan Saciko di bumi. Sembari ia berfikir mengatur strategi untuk mendelegasikan Antih dengan cara yang tepat.

Di sela-sela mata ghaibnya, ia melihat bahwa, ternyata Saciko memiliki seorang kakak yang setia membinanya. Seorang kakak yang juga ikut merasakan perubahan drastic karakter manusia.

Hidup dan berjuang di tengah keapataisan. Sepertinya, pemuda itu seirama dengan misi Antih dan Bidadari. Hingga Bidadari kini fokus untuk mengamati Sacinawa. Fokus merancang strategi untuk Antih.

Karena, Bidadari merasakan dalam ramalannya. Pemuda itu cukup sebagai pendamping Saciko. Mahluk ghaib itu juga memiliki keyakinan bahwa dibalik derita ketabahan saciko, ia akan dikirimkan manusia mulia untuk membantunya. Karena Allah SWT tidak buta dan tuli.

Saciko akan segera memiliki orang tua asuh, tanpa sepengetahuan orangtua kandung yang meninggalkannya. Ratu bidadari akhirnya memutuskan kebijakan untuk menentukan agenda menerjunkan Antih ke Lombok untuk sebuah misi.

Karena Saciko diyakininya bersama manusia berhati baik. Maka mahluk ghaib itu ingin memutuskan agar  Antih mendampingi Sacinawa saja. Karena mahluk ghaib itu juga lumayan nyaman dengan karakter masyarakat Lombok.

Misi alam ghaib mengutus Antih ke Lombok adalah untuk memberikan manusia pelajaran, terutama bagi manusia yang lupa dengan alam ghaib. Ia ingin manusia mampu berfikir bahwa dibalik tindak tanduk kehidupan, ada yang mengatur.

Dibalik kehidupan manusia sebagai mahluk Allah, bahwa banyak pula mahluk ciptaan Allah yang agung. Banyak dan di luar jangkauan manusia. (Bersambung)