Prestise Dokter Kecil Harumkan Lombok Timur di Tingkat Nasional

Dokter Kecil SDIT Nurul Fikri Selong
Juwitour KESEHATAN. Kabupaten Lombok Timur dalam seleksi Dokter Kecil Awards tahun 2015 diikuti oleh 29 orang peserta yang masih duduk di kelas 4 - 5 SD/sederajat.

Penilaian dokter kecil  tersebut terdiri dari tes tulis, kesehatan gigi mulut, cuci tangan pakai sabun (CTPS), P3K, wawancara dan penyuluhan.

Dari rangkaian penilaian lomba tersebut yang mendapatkan nilai tertinggi adalah Shafiya Nurah Tsurayya. Fiya panggilan akrabnya merupakan anak pertama dari 2 bersaudara.

Pada lomba tingkat Provinsi Fiya mampu menandingi Dokter kecil lainnya dari 10 kabupaten/ kota se NTB sehingga meraih juara pertama Dokter kecil Awards tahun 2015 mewakili NTB ke Jakarta.

Dokter kecil asal Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri, Selong ini lahir pada 18 april 2005. Dari buah cinta Ahmad Nurul Efendi dan Farida Herlina S.Kep, MM. Fiya panggilan akrabnya masih duduk dikelas V memiliki kelebihan dibandingkan peserta lain.

Fiya sangat cerdas dalam berkomunikasi. Dia memimiliki mental dan semangat kuat untuk maju. Fiya juga memiliki keahlian dalam berpidato/tausyhiah yang membuat semua orang kagum,“sanjung Muksin, SKM,MM, Kepala Seksi Kesehatan Institusi dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, Dikes Lotim.


Terkait Program, Muksin menjelaskan Program dokter kecil merupakan agenda tahunan pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia sejak tahun 2008 dan terus dilanjutkan sampai sekarang.

Lomba yang diikuti Fiya dalam rangka peringatan hari bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan pelaksanaan mulai dari penjaringan di tingkat sekolah, dilajutkan ke lomba di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

“Harapan terbesar dari kegiatan dokter kecil awards ini adalah peningkatan kualitas kesehatan anak indonesia yang berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian millenium development goals (MDGS) keempat di bidang kesehatan,“harapnya. Kegiatan dokter kecil ini merupakan upaya kesehatan preventif dan promotif yang secara komprehensif terus digalakkan.

Upaya ini menekankan pada pembelajaran kesehatan kepada kelompok usia dini agar mereka bisa lebih sehat sekaligus menjadi agen kesehatan bagi lingkungan disekitarnya, baik disekolah, dirumah  maupun di masyarakat.

“Pendekatan ini dianggap strategis karena anak-anak usia sekolah lebih mudah dijangkau dan pendekatan antar teman  diantara mereka lebih mudah diterima dibanding pendekatan yang dilakukan orang dewasa“ tandasnya. [Sie.Kia-Gunkes]